Kontrak yang buruk adalah salah satu perhatian penting. Munculnya biasanya karena:

  • Requirement yang tidak jelas
  • Budget yang tidak realistis
  • Dan waktu yang tidak jelas

Yang membuat sebuah program terlihat buruk.

5.1 Awal mulai

Dalam sebuah projek. Didapat sebuah hasil yang menunjukkan bahwa program yang dibuat kurang menyesuaikan dengan kebutuhan. Program dibuat dengan tujuan menghasilkan program yang dapat berjalan. Namun tidak ada yang melakukan proses croscheck baik dari sisi client dan programer. Termasuk salah satunya tidak ada proses penelusuran/analisa dari program yang sudah berjalan.

Dimana proses yang berjalan hanya kepada proses sistem dibuat bukan sistem yang di analisa dalam prosesnya ketika sudah berjalan atau akan berjalan.  Hal ini disebabkan dana yang digunakan tidak besar sehingga resource yang dipakai terbatas.

5.2 Proses Contract Review dan Langkahnya

Dalam usaha menghasilkan dan mendapatkan proposal. Harus dibutuhkan review yang tepat. Terdapat 2 langkah preview yaitu

  1. Langkah awal (stage one). Review draft proposal yang berhubungan dengan menghasilkan pada pelanggan yang berpotensial. Dibutuhkan dokumen penting seperti dokumen kebutuhan, detail dari kebutuhan, biaya yang dikeluarkan dan juga dokumen yang berhubungan pada proyek/proposal sebelumnya
  2. Langkah kedua (stage two). Review proposal sebelum di setujui. Proposal dibuat dengan asumsi basis proposal dan pengertian antara kedua pihak.

5.3 Tujuan Kontrak

Kedua langkah diatas memiliki tujuan yang berbeda.

5.3.1 tujuan review draft proposal

Tujuan adanya proposal ini untuk menghasilkan aktivitas:

  1. Kebutuhan pelanggan yang tercatat dan terverifikasi. Dokumen yang ada terlalu general/umum sehingga tidak mencerminkan kebutuhan yang ada. Sehingga cara terbaik adalah meminta masukan dari para pemakainya. Dokumen ini nantinya untuk menghasilkan ketentuan yang bisa dipakai kedepannya.
  2. Pembuatan alternatif. Membuat alternatif yang bisa di ambil untuk menghasilkan kesimpulan dan hasil optimal
  3. Aspek formal dari pelanggan dan software harus ditentukan. Isi proposal harus berkaitan dengan:
  • Komunikasi pelanggan dan channel yang digunakan
  • Kriteria cara projek diberikan
  • Fase formal
  • Metode design dan test
  • Metode perubahan kebutuhan
  1. Identifikasi kesulitan
  2. estimasi resource yang tersedia
  3. Memastikan kapasitas perusahaan terhadap proyek
  4. Analisa kemampuan pelanggan atas komitment
  5. Partisipasi antar pihak
  6. Proteksi hak dan kewajiban

5.3.2 Tujuan Review Kontrak

  • Memastian tidak ada isue/masalah pada kontrak
  • Membuat sebuah keputusan yang difahami antar pihak
  • Tidak ada kesepakatan yang terlewat

 

5.4 Implementasi Kontrak

Kebutuhan profesional untuk menjalankan kontrak sangat diperlukan untuk kontrak level tertentu.

Faktor yag menentukan

  • Luas projek
  • Komplek dari sisi teknikal
  • Level staff pengguna
  • Kompleknya organisasi

Pembuat Review

  • Pemimpin proposal
  • Anggota team
  • Profesional di luar team
  • Team di luar team ahli . biasanya team yang bersangkutan menyediakan data eksternal

Kesulitan yang dihadapi saat membuat proposal

  • Waktu dan tekanan. Perbaikan yang dilakukan terkait dengan waktu juga sangat terbatas.
  • Kebutuhan profesional yang faham
  • Ahli yang faham memiliki tugas lain untuk melakukan penilaian

 

Saran pengerjaan kontrak

  • Membuat skedule review kontrak yang sudah dibuat. Dan menjadi bagian dari pengerjaan kontrak
  • Tim harus mampu review kontrak yang ada
  • Pemimpin tim harus di sertakan dalam review. Aktivitas yang akan dilakukan:
    • Rekruit tim
    • Distribusi tugas review
    • Koordinasi antar member
    • Koordinasi antar team review dan proposal
    • Menyesuaian dengan jadwal yang ada
    • Menyesuaikan dengan penemuan dan review yang ada. Kemudian mengkomunikasikan pada team proposal

5.5 Review untuk Projek Internal

Kemungkinan masalah yang terjadi:

  • Ketidak fahaman kebutuhan
  • Kurang estimasi untuk resource
  • Kurangnya estimasi waktu
  • Ketidak tahuan resiko saat pengembangan

Untuk menghindari dapat melalui

  • Pembuatan proposal yang memadai untuk proyek internal
  • Membuat proses review kontrak yang tepat
  • Membuat sebuah kontrak yang tepat untuk customer dan supplier internal

Semua hal itu kemungkinan mengakibatkan atau di akibatkan dari hilangnya relasi. Kekecewaan dan kerugian yang dapat terjadi akibat masalah yang terjadi

 

Topik Akibat pada Customer Internal Akibat pada internal developer
Ketidakfahaman kebutuhan Kebutuhan menyimpang dari yang ditentukan

Ketidak puasan akan hasil

Perubahan kebutuhan yang besar

Pembuangan resource yang besar

Kesalahan estimasi resource Harapan tidak sesuai realitas Penyimpangan dari budget

Ketidak sesuaian budget yang tersedia

Penjadwalan yang buruk Waktu yang terlewat dari kebutuhan peluncuran Aktivitas akan terlalu ditekan

Keterlambatan akan mempengaruhi untuk projek berikutnya

Tidak memahami resiko yang ada Tidak siap akan kerugian yang akan didapat Tidak mampu melanjutkan karena ketidak fahaman akan kesulitan yang ada

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s